Minggu, 21 Juni 2015

[Travelling] : Mencari Secercah Harapan di Harapan Island

Ngebolang bulan ini tema-nya LAUT!

Meskipun nggak begitu suka panas, tapi kalo diajak snorkeling dan maen aer di pantai, apalagi pulau, nggak bisa nolak deh :D

Harapan Island!


[Pemandangan para bolang yang datang kepagian...haha.
Meeting point di Muara Angke dijadwalkan jam 06.00 dengan jadwal kapal jam 07.00, tapi berhubung takut pada ketinggalan kapal, jadinya dari jam 4 subuh udah capcuss]




[Ini kondisi kapal waktu kita baru masuk, setengah jam kemudian udah penuh sesaaak sampe-sampe nggak bisa selonjoran.
 Sekitar jam 06.30 mulai masuk kapal. Sayangnya, kapal NGARET sampe satu jam!]




[Sekitar  jam 11 kapal berlabuh di dermaga Harapan Island. Ini salah satu view di sekitar dermaga]




[Masih di sekitar dermaga]




[Mulai memasuki rumah penduduk]



[Anggota boyben lagi berpose]




[Yang depan sibuk poto-poto, yang sebelah sibuk ngecek hasil poto, yang belakang sibuk geje...haha]




[Siap-siap snorkeling!!!!]




 [Cieee, cieeee, ada yang conlok ama mas-mas tour guidenya, ampe pegangan tangan gitcuuuu. Hahaa.
Nggak, ding. Itu insiden kecil yang terjadi sama Oeng, jarinya dicium babi laut^^]




[Let's snorkeling!!!!]



[Iyeeeyy!!!]



[Lupakan panas dan kulit gosong, mari eksplore lauutt!!!]



[Capek sorkeling, waktunya mejeng di ujung kapal sambil menikmati langit biru]




[Beres snorkeling, lanjut menjelajah Perak Island]



 [Hari kedua waktunya menjelajah Bira Island dengan pemandangan pantainya yang bersih dan hijaauuu]




[Berasa milik pribadi deh ini pulau...hohoo]




[JUMP!!!!]



 [Ceritanya Mas Onye mau loncat indah sambil tebar senyuman.....]





[Tapi rupanya dia gagal mendarat, sodara-sodara!!!]







[Beniiiingggg bangeeettt!!!]





[Laut biru nan bersih sepanjang perjalan pulang dari Harapan Island menuju Jakarta]




[Tapi begitu mendekati Jakarta, warnanya jadi kayak ice coffee-_____-
Keliatan bedanya?]



PS : Cerita lengkapnya bisa diintip di sini.





Jumat, 29 Mei 2015

[Traveling] : Cirebon

Seperti yang sudah diceritakan di sini, awal bulan May lalu aku dan ketiga temenku, Bulan, Kikiw dan Oeng melancong menuju Cirebon yang sekaligus kampung halaman Kikiw.

Kami berangkat dari Stasiun Cikampek jam 12.00 dan estimasi tiba di Cirebon adalah jam 14.00.
Cukup dua jam perjalanan menggunakan kereta kelas bisnis yang nyaman.


[Pemandangan stasiun yang tersaji dikala menunggu kereta. Sepi memang, tapi bersih loh. Saking bersihnya, sampe-sampe ke toilet pun kudu buka sepatu :)]



[Suasana di dalam kereta kelas bisnis menuju Cirebon yang nyamaaaann]





[Tiba di stasiun Cirebon sekitar pukul 14.00 dan disuguhi pemandangan ini]

Hari pertama di Cirebon, jelong-jelong sore ke Batik Trusmi buat belenjong.

[Destinasi pertama : Batik Trusmi]


Setelah puas ngabisin duit di Batik Trusmi, tidak lupa menunaikan kewajiban, supaya jadi Bolang Syariah.

[Masjid Agung Cirebon yang megah]


Selesai tobat di Masjid Agung Cirebon, destinasi selanjutnya adalah menuju Kantor Walikota Cirebon.

[Karena nggak mungkin berfoto di dalem kantor Walikota, kita pun harus berpuas diri berfoto di depan Gedung Walikota Cirebon^^]




[Suasana Kota Cirebon di malam hari]


Pagi hari di Cirebon, langsung dimulai dengan Wisata Kuliner.

[Hari kedua di Cirebon dimulai dengan sarapan Bubur Sop yang endeeeussss!!!!]


Setelah kenyang melahap habis semangkok Bubur Sop, perjalanan pun dilanjutkan menuju Hutan Monyet : Plangon.

[Suasana hutan monyet di Plangon]




[Cieee, cieeeee berdua aja nih yeeee....]


Setelah puas bercengkrama dengan sodara jauh di Plangon, kami pun melanjutkan menuju Wisata Goa Sunyaragi.

[Taman Wisata Goa Sunyaragi]




[Perkenalkan, keempat bolang nyasar]




[Salah satu Goa (?) Tapi kok nggak kayak Goa, lebih mirip pintu masuk dari batu ya....]




[Another view of Goa Sunyaragi]




[Konon, Goa Sunyaragi ini sebagai tempat tinggal orang-orang kesultanan, jadinya ada beberapa spot yang dulunya merupakan kamar pangeran atau anggota kesultanan yang lain]


[Berpose lagiiii!!!]


After dari Goa Sunyaragi, lanjuuut menuju Keraton Kasepuhan Cirebon. Eiitt, sebagai Bolang Syariah, jangan lupa sholat dulu di Masjid sekitar Kasepuhan.

[Masjid yang ada di sekitar Keraton Kasepuhan Cirebon, lupa namanya^^]


Sebelum memasuki Keraton Kasepuhan, nemu penjual Tahu Gejrot di dekat pintu masuk. Tanpa ba bi bu, langsung hajaaaarrr, tahu gejrotnya, bukan si mang penjual tentunya.

[Nggak lengkap rasanya kalo ke Cirebon nggak menyantap Tahu Gejrot. Enyaaakkk!!!! Cukup 5000 perak sajah!]


Kenyang melahap Tahu Gejrot, siap-siap memasuki Keraton Kasepuhan Cirebon dengan tiket seharga 15ribu perak aja [untuk pelajar, karena kami memang berjiwa muda dan masih disangka pelajar...hoahahaha]

[Salah satu bangunan di Keraton Kasepuhan Cirebon]




[Pintu masuk Keraton Kasepuhan Cirebon]




[Karena wajah saya awet muda, jadinya bisa dapet tiket dengan harga PELAJAR. Hoahahahahaa #dipelototin petugas tiket]




[Di dalam bangunan Keraton Kasepuhan dijadiin tempat nyimpen motor?!! Hmmm, kok nggak pantes aja ngeliatnya ya...]



[Museum Kereta Singa Barong yang masih ada di dalam Komplek Keraton Kasepuhan Cirebon]




 
[Inilah yang akan menyambut kita begitu memasuki Museum Kereta Singa Barong]




[Salah satu lukisan Sang Prabu yang ada di dalam Museum, yang katanya memiliki kekuatan magis dan jika kita melihat lukisan ini dari arah manapun, mata Sang Prabu akan tetap menatap lurus ke arah kita. Wanna try?]




[Naik keretaaaaa yoookkk!!! Kebayang beratnya segimana.....]



Cukup melelahkan memang berjalan mengelilingi Keraton Kasepuhan Cirebon, apalagi ditambah udara siang itu yang cukup menyengat.
Akhirnya, tujuan berikutnya adalah melepas penat sekaligus isi tenaga dengan mengunjungi salah satu rumah makan yang menyediakan Empal Asem yang endeuuussss!

[Spot kuliner kedua : Empal Asem yang Maknyooossss!!! Dijamin nggak nyesel dan pengen balik lagi buat menyantap empal yang satu ini]



So, itulah yang bisa dinikmati selama dua hari di Cirebon.
Kota yang bersih, penduduknya ramah, meski agak panas. Tapi, secara keseluruhan Cirebon layak jadi rekomendasi untuk ngetrip, apalagi wisata kuliner-nya yang emang endeeeussss!!!

Semoga bisa kembali ke sana lagi dan icip-icip kuliner lainnya :)


Selasa, 28 April 2015

[Traveling] : Jogjakarta

Seperti yang udah diceritakan di sini, sini dan sini [weleehh, ampe tiga part bok!], 2-4 April lalu yang bertepatan dengan long weekend, aku dan temenku [kita panggil saja dia Melati Oeng] sama-sama ngebolang menjelajahi Jogjakarta dan sekitarnya.

Beberapa hasil jepretan amatir sekaligus sebagai jejak rekam #AISHH kami selama ngebolang sekaligus nyasar di Kota Gudeg kayak begini nih.


[suasana selama di kereta, bagaikan pengungsi yang menunggu nasib tak pasti.....]

 Untuk transportasi yang murah meriah, kita pake kereta ekonomi jurusan Stasiun Kiaracondong Bandung - Stasiun Lempuyangan Jogjakarta. Well, karena economy class, yah beginilah keadaannya^^

Perjalanan memakan waktu 8 jam, dan kita tiba di Jogja sekitar pukul 04.30 pagi.
Setelah nyasar nggak tentu, akhirnya tiba di penginapan dan langsung jelong-jelong di sekitarnya.


[Suasana di kota santri sekitar penginapan, yaitu Prawirotaman. Kebetulan ada pasar, jadi sekalian jelong-jelong juga.]




[Gapura depan menuju Prawirotaman 1]




[Niatnya cari masjid buat istirahat sambil nunggu waktu check in, tapi nyatanya malah nyasar ke gorong-gorong nggak jelas begini....]


Hari pertama diisi dengan pergi ke pantai naik motor sewaan.
Karena perjalanan menuju Pantai yang jauh dan rempong, di tengah perjalanan kita mampir dulu ke sebuah rumah makan : Super Sambal.

Makannannya endeuuussss.
Selain enak, tempatnya juga bersih, pelayanannya ramah, harganya pun bersahabat.
Bahkan mereka punya kebijakan, kalo rasa makanan yang disajikan kurang asin, kurang mateng atau ada yang nggak sesuai, boleh dibalikin dan diganti. Hebat nggak tuh?!


[Beberapa penampakan makanan yang kita pesan : bebek goreng, sayur asem, cah kangkung, beberapa macam sambal, lime jus, dan banyak lagi]

 
Setelah perut terisi penuh, tenaga terkumpul kembali dan semangat membara berapi-api, kita pun siap melanjutkan perjalanan. 

 [Satu dari banyak jalanan dan view yang terlewati selama perjalanan menuju Pantai]

Tinggal setengah jalan menuju Pantai yang dituju, setelah mesin motor matic sewaan seharga 60rebu/hari dinyalakan, gas pun ditancap dan dua bocah yang udah kekenyangan makan bebek goreng ini melaju membelah hutan dan gunung.

[Niatnya mau motong jalan dengan lewat jalan alternatif, taunya malah jalan berliku penuh batu dan membelah gunung. Jadinya perjalanan pun malah berasa makin jauh....]


Sekitar pukul 14.00, kita tiba di pantai yang paling pertama yaitu Pantai Krakal.
Masih belum nyampe Pantai Indrayanti memang, tapi Pantai Krakal ini cakeeepppp bingiittss!!!!


[Disambut sama ini nih waktu nyampe di Pantai Krakal]


[Pantainya bersih, ombaknya putih, nggak begitu banyak pengunjung, anginnya segeerr, dan pemandangannya juga memanjakan hati. Worth it banget lah dua jam kebut-kebutan naik motor ketika disuguhi pemandangan kayak begini.]


Hari pertama pun diakhiri dengan pulangnya kita ke penginapan pake basah-basahan gegara sepanjang jalan hujan badai menghadang sempe bikin menggigil semaput.
Setelah mandi, makan nasi goreng + sate ayam, dua bocah yang kecapean ini pun pules tidur untuk menyambut esok pagi dengan acara ngetrip yang lebih FUN!


Hari kedua dimulai dengan bangun subuh-subuh untuk memulai tour menuju Puthuk Setumbu Sunrise, Candi Borobudur dan Candi Prambanan.

Setelah disamper mas-mas driver dari Tour yang kita ikutin yang isinya ternyata bule-buleee, destinasi pertama menuju Puthuk Setumbu Sunrise pun dimulai.

[Pemandangan Puthuk Setumbu Sunrise sekitar pukul 05.30. Ketjeeeeee!!!!]



[Kalo view bagian depan Puthuk Setumbu ketje abis, begitu nengok ke belakang, view-nya pun nggak kalah cakep.]



[Nggak cuma kita, rupanya buaaanyyyaak banget yang bela-belain bangun pagi-pagi buta buat ngeliat Puthuk setumbu. Dari turis lokal sampe bule dan turis Jepang pun ada 
-kebetulan nguping pembicaraan turis Jepang...hihi-]


Setelah puas melototin view Puthuk Setumbu, destinasi berikutnya kita menuju Candi Borobudur yang tersohor itu.

[Cieee cieee ada yang gandengan #salahfokus]


[Sebelum naik ke puncak Borobudur, pose dulu :D]


[Kemegahan Candi Borobudur yang nggak bosen meski dilihat lama-lama]


[Kepalanya kemana ya.....]


[Abaikan wanita berbaju hitam bertuliskan "TRAVELER", fokus pada view di belakangnya saja.]




[Yang ini juga abaikan saja wanita berbaju hitamnya, fokus pada yang menjulang panjang di belakang sana #eh]


[Awannya itu looohhh!!!]


Setelah puas keliling Borobudur, kita pun melanjutkan perjalanan menuju Candi Prambanan yang menjadi destinasi berikutnya.
Sebelum pergi, nggak lupa kita mamam-mamam cantik di tempat makan sekitaran Borobudur.

[Soto yang didapet dari hasil nuker kupon breakfast. Tadinya ditawarin roti dan kopi, tapi berhubung saya orang Indonesia asli dan pengen nyoba soto khas Jogja, jadinya milih ini.]


[Nggak afdol kalo ke Jogja belum menikmati gudeg-nya, sooo sebagai "tambahan" aku pun pesen Gudeg yang harganya cuma lima rebu perak tapi porsinya buanyaaaak dan endeeuuuss tentunya.]


Sekitar pukul 11.00 kita tiba di Candi Prambanan dan langsung menuju penjualan tiket, berhubung waktu yang disediakan juga terbatas.
Tidak seperti ke Candi Borobudur yang kudu manjat hingga puncak, Prambanan bisa ditempuh hanya dengan ngesot [ya nggak gitu juga kali....].
Well, intinya dengan sisa tenaga yang kita punya, Prambanan pun dijelajahi dengan antusiasnya.


[Meski bilangnya cukup ngesot untuk sampai ke Prambanan, tapi tenaga yang tersisa bikin ini kaki udah terseok-seok untuk mencapai Prambanan di depan mata sana #HALAH!]




[Walaupun nggak semegah Borobudur, tapi Prambanan-nya cantiiikk]


[Ada beberapa bebatuan dan renovasi yang sedang berjalan di sekitar Prambanan]



[Selfie jangan lupa, cyiiin]



[Ibu-ibu dari Jepang yang asik poto-poto Prambanan dengan berlatar belakang anak-anak sekolah yang lagi Study Tour -jadi inget jaman-jaman SMA...]


[Prambanan nggak cuma cantik bagian depannya, tapi pemandangan di belakangnya pun nggak kalah tjakep, apalagi awannyaaa ituuuuuu loh!!!]



[See?! Dengan pemandangan ciamik dan suasana tenang, bersemedi pun mungkin banget dilakukan di sini #abaikan]